Pages

Selamat datang di blog Sunda Kecil, temukan berbagai data arkeologi, budaya lokal, serta spesifikasi Geografis di situs ini

Pura Pabean Pulaki



Situs : Pura  Pabean Pulaki
Koordinat : S 08 08 40,8 E  114 40 51,0
Elevasi : 20 m dari muka laut
Objek : Pura 
Bahan : batu
Masa/periodesasi : Klasik Hindu Bali (living monument)
Abad : awal 20-an Masehi
Lokasi Administrasi   : Desa Banyu Poh, Kec. Gerokgak.

Diskripsi :

Pura Pabean Pulaki adalah bagian dari Pura Pulaki yang terletak persis di utaranya, seberang jalan raya dari Pura Pulaki, berjarak hanya sekitar 30 meter  Pura Pabean Pulaki berada tepat di bibir  pantai Pulaki, sehingga sering juga disebut dengan Pura Segara Pulaki. 

Penataan pelinggih di pura ini  cukup unik, baik dari pola penempatan, bentuk, serta makna yang dikandungnya. Lokasi pura ini berada di atas bukit kecil, berseberangan dengan pura Pulaki. Memasukinya diawali dari jalan setapak yang melingkar mengelilingi bukit t, masing-masing sebagai area sirkulasi untuk arah masuk dan arah keluar, sehingga jalan dari pura tersebut mendekati bentuk lingkaran. Desain arsitektur pura ini lebih mirip dengan ornamen Cina dan juga di desain oleh arsitek terkenal dari Bali bernama:  Ida Bagus Tugur

Pada altar tempat pelinggih berada, di belakang Pengaruman Agung,  berderet beberapa pelinggih, paling tengah adalah Padmasana yang merupakan bangunan paling tinggi dimensi/ukurannya di antara keseluruhan bangunan dalam pura ini. Pada puncak dari Padmasana terdapat aksara ongkara (Ang - Ung - Mang). Sedangkan pada bagian depan atas Padmasana menempel relief acintya yang dibuat dari bahan emas.

Beberapa palinggih yang berada di sebelah kanan Padmasana adalah Anglurah Manca, Lingga Ida Batara Mpu Kuturan, dan Lingga Ida Batara Baruna. Sedangkan yang berdiri di sisi kiri Padmasana adalah palinggih Ida Ratu Syahbandar dan Dewi Ayu Manik Mas Subandar (dua palinggih, sebagai sthana dua bersaudara -- raka-rai), palinggih Dewi Kwan Im (Dewi Pengasih), dan Anglurah polos.

Pada palinggih Dewi Kwan Im ini sebagian besar diadopsi ornamen dan ragam hias gaya Cina. Seperti adanya motif naga pada bubungan, patra-patra Cina, pepalihan berbentuk uang kepeng, lampion, dll. Pada satu sisi kiri di dalam area pura juga terdapat sebuah bangunan kecil berbentuk dasar segi delapan, sebagai tungku/tempat pembakaran kertas-kertas Cina

0 komentar:

Posting Komentar