Tampilkan postingan dengan label Budidaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budidaya. Tampilkan semua postingan
Budidaya Mutiara
Objek : Budidaya Mutiara
Katagori : Budaya Lokal
Koordinat : E114 44 20,3 S08 09 50,0
Lingkungan alam : Pantai
Cara tempuh : kendaraan roda 4
Pemilik objek : Merupakan kepemilikan bersama berdasarkan
Pemanfaatan : Dijual untuk perhiasan.
Fasilitas : Cukup
Lokasi administrasi : Desa Penyabangan, Kec. Gerokgak
Deskripsi :
Budidaya ini merupakan public company dengan saham terbesar berasal dari Australia. Awalnya budidaya mutiara terletak di Raja ampat dan sejak tahun 2002 memulai usaha di Desa Penyabangan. Hasil atau kualitas mutiara memiliki standar yang tinggi atau sempurna sehingga berpengaruh juga terhadap harga tersebut. Perusahaan mutiara ini diberi lebel ATLAS. ATLAS merupakan kepemilikan saham dan pemilik saham kebanyakan orang Australia.
Proses pembiakan mutiara dapat disampaikan sbb. Menyiapkan induk dengan jenis Pindata maxima. Berikutnya sporing (dikawinkan). Umur 25 – 30 hari dipelihara di tempat khusus (belum di laut). Setelah itu dibawa ke laut agar dapat menempel di kolektor (bahan buatan) berupa tali. Umur 60 hari dipilih untuk pemeliharaan lebih lanjut. Tingkat keberhasilan hanya 3 %. Yang gagal bisa dikembalikan ke alam. Dilanjutkan dengan pemeliharaan selama 32 bulan atau sekitar 2,5 tahun. Dengan pemeliharaan yang demikian ini tetap saja ada hama yang setiap saat menyerang. Jenis hama meliputi: ikan buntal, penyu, kepiting. Yang paling gawat adalah perubahan cuaca. Misalnya dari musim panas ke musim dingin atau dari musim dingin ke musim panas.
Harga mutiara tergantung kualitasnya dan dijual dengan standar dolar, jika dirupiahkan berkisar antara Rp. 250.000,- sampai dengan Rp. 25.000.000,-
Perkebunan dan Pabrik Kopi
Objek : Kebun kopi dan Pabrik Kopi
Koordinat : E114 02 08,6 S08 15 30,4
Ketinggian : 546 meter dpl
Objek : Pabrik
Pemilik : Keluarga alm. Ida Bagus Guri
Pemanfaatan sekarang : Usaha keluarga sebagai home industri.
Lokasi administrasi : Desa Kayu Putih, Kec. Banjar, Kab. Buleleng
Deskripsi :
Usaha ini terletak di dalam perkampungan Desa Kayu Putih, untuk menuju lokasi harus berjalan kaki sekitar 100m karena masuk ke gang. Usaha ini telah dirintis sejak kakek Ida Bagus Santa sekitar tahun 70-an. Pada masa lalu tanaman kopi sangat melimpah di Desa kayuputih, Munduk, dan Gobleg, tetapi sekarang jumlahnya sangat terbatas karena banyak beralih ke tanaman cengkeh sehingga mempengaruhi jumlah produksinya. Satu hari dapat memproduksi hingga 100kg kopi.
Produksinya merupakan produk kopi asli tanpa ada campuran bahan lainnya kecuali gula yang ditaburkan saat kopi sudah (setelah) disangrai, sehingga memiliki cita rasa yang khas.
Pemasaran kopi hanya seputaran Bali seperti Denpasar, Gianyar, dan Buleleng dengan merk KOPI KAYU PUTIH. Sayangnya tidak memiliki sarana kafe atau tempat untuk menikmati kopi. Bahan dasar yang dipilih adalah kopi jenis Robusta dan Arabica. Kedua jenis kopi tersebut didatangkan dari Desa Kayu Putih sendiri, Gobleng, dan Munduk.
Perkebunan Coklat
Koordinat : E114 59 23,4 S08 14 44,0
Ketinggian : 400 m dpl
Objek : Perkebunan
Lokasi administrasi : Kec. Busungbiu, Kab. Buleleng
Deskripsi objek :
Selain cengkeh sebagai komoditi utama di Desa Munduk bestale, coklat/cacao juga merupakan tanaman perkebunan yang tak kalah pentingnya jika dibandingkan dengan cengkeh. Cacao dapat dihasilkan lebih kurang 1 ton cacao selama seminggu. Untuk pohon coklat (kakao) hasil produksinya dapat dipanen 1 bulan 2 kali secara terus menerus sepanjang tahun. Hasil produksi setiap pohon berkisar antara 25 – 75 biji. Biji coklat yang sudah kering dijual ke perusahaan Gudang Garam.
Perkebunan Cengkeh
Koordinat : S08 14 44,0 E114 59 23,4
Ketinggian (dpal) : 400 mdpl
Objek (bcb) : Perkebunan
Lokasi administrasi : Kec. Busungbiu, Kab. Buleleng
Deskripsi :
Areal perkebunan cengkeh meliputi kawasan Munduk Bestale. Hamparan tanaman cengkeh terdapat di desa ini yang diselingi oleh tanaman kakao, durian, salak dan manggis. Tetapi sayang, sarana jalan yang berliku-liku dan sebagian rusak tidak menarik wisatawan untuk mengunjungi lokasi ini walaupun beberapa penunjukk jalan terdapat informasi terkait view point, ketika dekat dengan lokasi penunjuk jalan tidak ada sehingga menyulitkan mencari lokasi tersebut. Menuju view point tidak dapat dijangkau dengan kendaraan tetapi dengan jalan kaki sekitar 10 menit. Lokasi ini dapat dijangkau dengan sarana pribadi roda 4.
Cengkeh dapat dipanen 1 tahuin sekali sekitar bulan mei – September, sedangkan kakao dapat dipanen sepanjang tahun sehingga tidak mengenal musim. Dari seluruh hasil yang ada, cengkeh merupakan tanaman yang paling dominan dan paling diminati warga di kawasan ini. Terkait dengan produksi cengkeh di kawasan ini, secara umum dapat disampaikan bahwa satu pohon besar setinggi 15 meter sekali panen dapat menghasilkan 100 kg cengkeh basah. Sementara satu pohon kecil setinggi sekitar 7 meter, sekali panen menghasilkan 25 kg cengkeh basah. 1 ha tanah idealnya ditanami cengkeh sebanyak 40 hingga 75 pohon. Cengkeh dapat dipaneh 1 tahun 1 kali saja, pada umumnya antara bulan Mei – Desember. Masyarakat desa ini menjual langsung hasil panennya ke perusahaan Gudang Garam dengan harga yang disesuaikan dengan nilai dollar yang berlaku
Kebun Anggur
Koordinat :
Spot 1A : E114 58 49,9 S08 11 07,1
Spot 1B : E114 56 59,4 S08 11 31,6
Spot 2 : E114 55 28,8 S08 11 36,0
Ketinggian : 17 - 32 mdpl
Lingkungan alam : sawah, pemukiman
Bentang lahan : pedataran
Cara tempuh : kendaraan roda 4
Pemilik objek : perorangan
Jumlah pegawai : 12 orang
Pemanfaatan : Dijual
Lokasi administrasi : Desa Tangguwisia, Kec. Seririt
Deskripsi objek :
Budidaya anggur pertama kali dikembangkan di Desa Banyupoh Kecamatan Seririt, Buleleng. Dalam rentang waktu 15 tahun, yaitu pada tahun 1984, di kabupaten Buleleng telah ada sekitar 40,000 tanaman (sekitar 80 hektar) dan menghasilkan 500 ton buah anggur setiap masa panen. Disampng di Seririt, di Kecamatan Banjarpun telah umum dilakukan budidaya anggur ini. Yang ditanaman yaitu angur hijau. Salah satu kebun anggur yang ada seluas 40 are. Dengan kebun seluas itu dapat menghasilkan anggur sekitar antara 4 – 5 ton.








