Pages

Selamat datang di blog Sunda Kecil, temukan berbagai data arkeologi, budaya lokal, serta spesifikasi Geografis di situs ini
Tampilkan postingan dengan label Alami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alami. Tampilkan semua postingan

Pantai Penimbangan Barat




Objek : Pemandangan sawah dan laut
Kategori : Pesona Alam
Koordinat : 08° 07’ 33,2” S dan 115° 03’ 44,9” E
Ketinggian : 5 meter dari permukaan laut.
Lingkungan alam : Sawah dan laut
Bentang lahan : Pedataran pantai
Lokasi : Desa Pemaron, Kota Singaraja

Deskripsi :

Lokasi ini mencirikan kondisi Bali yaitu terdapat bentang lahan persawahan yang dapat dilihat dan panta. Sawah yang terlihat sebelum masuk pelabuhan menambah daya tarik karena memiliki aslian. Di pantai dapat dijumpai kapal-kapal ikan milik nelayan setempat yang bersandar di bibir pantai untuk perbaikan dan perawatannya. Pun demikian ada juga wisatawan lokal yang mandi di pantai.

Teras Sawah Busungbiu




Objek : Pemandangan sawah 
Kategori : Pesona Alam
Koordinat : E114 58 15,5 S08 16 36,7
Ketinggian : 302, 5 meter dari permukaan laut.
Lingkungan alam : Sawah, hutan dan perbukitan
Bentang lahan : Perbukitan dataran rendah
Cara tempuh : kendaraan roda 4.
Objek pendamping : Pemotretan Pemetikan Cengkeh
Sarana : tempat parkir, bale bengong, pedagang kopi 
Pemilik objek/lahan : ---
PEMANFAATAN : sawah
Kondisi sekitar objek : tertata rapi
Fasilitas : Tidak ada
Lokasi administrasi : Desa Kekeran, Banjar Subuk, Kec. Busung Biu

Deskripsi

Merupakan objek para petani sedang menggarap sawah di pagi hari. Dengan semangatnya para petani, terutama orang-orang tua menggarap sawah bersama tetangganya. Sawah yang ada di kawasan ini berbentuk terasering atau berteras-teras. Persawahan yang ada di kawasan ini sistem pengairannya dikelola melalui subak. Subak yang ada di kawasan ini adalah Subak Slokah. Satu subak beranggotakan sekitar 70 orang.

Lokasi ini sangat mudah dijangkau oleh mobil maupun bus karena terletak di pinggir jalan lintasan utama Seririt (Buleleng) – Pupuan (Tabanan). Pemandangan sawah dapat terlihat dari ketinggian Dusun Dauhrurung Desa Kekeran. Sawah tersebut terdiri atas 4 wilayah desa yaitu Desa Titap, desa Mardon, Desa Plaga, dan Desa Busungbiu. Terlihat dua buah sungai yaitu Tukad Saba dengan air yang melimpah dan Tukad Titap yang kering.


Kolam Renang Air Sanih




Koordinat :   E115 13 01,6 S08 04 39,6
Ketinggian :  5 meter dari permukaaan laut
Objek :  Kolam renang
Lingkungan sekitar :  Pantai dan pemukiman
Bentang lahan :  Pedataran
Pemanfaan sekarang :  sebagai kolam renang dan wisata
Aksesbilitas/jangkauan : Roda 4 dan roda 2
Pengelolaan : Pemerintah Daerah Tk II
Pemilik objek/kawasan : Pemda Tk II
Pengelola : Pemda Tk II
Keterawatan : Terawat cukup baik
Fasilitas : lengkap 
Administrasi : kecamata Kubutambahan, Desa Bukti 

Deskripsi

Yeh Sanih merupakan mata air yang sekarang difungsikan sebagai kolam pemandian dan merupakan objek wisata. Lokasi kolam sangat berdekatan dengan laut. Keberadaan Air/Yeh Sanih sudah disebut pada prasasti Julah terkait dengan bangunan suci yang ada di desa tersebut Jarak antara pantai dengan sumber mata air sekitar 100 meter. Air dari pembendungan ini kemudian dialirkan ke beberapa kolam. Dua kolam di antaranya dijadikan pemandian. Sementara beberapa kolam lain yang ukurannya lebih kecil dari 2 kolam di atas dijadikan sebagai tempat untuk memelihara ikan. Air kolam tempat memelihara ikan ini berasal dari limpahan dari 2 kolam yang difungsikan sebagai kolam pemandian.

Air Sanih merupakan sebuah kolam pemandian yang sudah diperbaiki atau direnovasi di beberapa tempat sehingga terlihat tertata dengan rapi. Ada 2 kolam utama, satu untuk anak-anak dengan kedalaman sekitar 50 cm dan kolam besar untuk umum dengan kedalaman sekitar 100 cm, dan beberapa taman yang dapat digunakan untuk bersantai sekeluarga dengan menggelar tikar. Tanah yang dijadikan objek tersebut keseluruhan memiliki luas 64 are.

Biaya yang harus dikeluarkan (karcis) sebesar Rp5000,- untuk dewasa, dan Rp3000 untuk anak-anak. Kolam pemandian tersebut sekarang dikelola oleh Desa Adat Pekraman Yeh Sanih dengan sistem menyewa kepada pemerintah per 10 tahun. Pada masa sebelumnya dikelola oleh pribadi yaitu Surya Mataram tetapi setelah tahun 2000 diambil alih oleh desa adat. Keuntungan yang diperoleh desa adat tersebut digunakan untuk renovasi beberapa lokasi objek, pembangunan jalan kampong, pembangunan pura, dan subsidi upacara adat.

Puncak keramaian pengunjung biasanya berlangsung pada hari liburan, galungan, tahun baru, dan libur sekolah. Selain untuk keperluan berenang atau mandi biasa, pada hari-hari tertentu ada kegiatan ritual keagamaan terutama setiap galungan serta untuk keperluan mendapatkan tirtha, ritual dilakukan di pura yang terletak di pojok atau sudut areal.

Air Terjun Campuhan / Twin Waterfall




Koordinat : S8 12 15,85 E115 08 18,51
Ketinggian : 813,5 meter dpl
Objek : air terjun
Lingkungan sekitar : hutan
Bentang lahan : Perbukitan
Pemilik Objek : Masyarakat
Kondisi : Tertata
Pemanfaan sekarang : objek wisata
Aksesbilitas/jangkauan : Roda dua atau roda empat dilanjutkan berjalan kaki
Objek pendamping :
Pengelolaan : Pemerintah Daerah Tk II
Pemilik objek/kawasan :
Pengelola :
Keterawatan : Cukup terawat,
Fasilitas : kurang memadai
Administrasi     : kecamatan Sukasada

Air Terjun Munduk




Koordinat : E115 04 07,2 S08 15 24,0
Ketinggian : 940 meter dari permukaan laut
Lingkungan sekitar : Perkebunan, hutan
Bentang lahan : Perbukitan
Pemilik Objek : Masyarakat
Kondisi : Tertata
Pemanfaan sekarang : objek wisata
Aksesbilitas/jangkauan : roda dua dan roda empat dilanjutkan berjalan kaki
Objek pendamping : Perkebunan cengkeh, kopi dan coklat
Pengelolaan : Pemerintah Daerah Tk II
Pemilik objek/kawasan : Masyarakat Desa Munduk
Pengelola : Dinas Pariwisata dan Masyarakat Desa  Munduk
Keterawatan : tidak terawat, sarana dan prasarana tidak memadai,
                                 
Fasilitas : Tempat ibadah dan pojok makanan tidak ada,
Administrasi       : kecamatan Banjar, Desa Munduk

Diskripsi                          :

Air terjun Munduk atau biasa disebut juga dengan Air  terjun Melanting. Tinggi air terjun ini sekitar 25 - 30 meter dengan bagian bawah terdapat bangunan untuk menahan laju air sehingga tidak menggerus tanah di atas bangunan tersebut. Menurut penjaga (Putu Yudiantara, 25 tahun) lahan air Terjun ini dimiliki oleh 2 orang warga setempat yaitu Gde Turis dan Komang Ulun dengan luas areal air terjun sekitar 2 ha. Berdasarkan informasi dari Putu Yudiantara (25 tahun), Pada hari biasa pengunjung yang datang berkisar antara 40 – 60 orang setiap harinya. Sedangkan pada bulan antara Juli – Agustus berkisar  antara 80 – 100 orang setiap harinya, terutama wisatawan  manca negara.

Bendungan Grokgak




Koordinat : S08 12 43,1 E114 46 56,5
Ketinggian : 159 meter dari permukaan laut
Objek : Bendungan/waduk Gerokgak
Lingkungan sekitar : Munduk Patas dan Munduk Renon
Bentang lahan : Perbukitan
Pemilik Objek : Pemda Buleleng
Kondisi : Tertata
Pemanfaan sekarang : Waduk
Aksesbilitas/jangkauan : roda dua dan roda empat
Cara tempuh : Naik kendaraan
Objek pendamping : Perkebunan dan persawahan
Pengelolaan : Pemda Tk II
Pengelola : Pemda Tk II
Keterawatan : Terawat cukup baik
Fasilitas : tidak ada
Administrasi : kecamatan Gerokgak, Desa  Gerokgak

Diskripsi :

Bendungan Gerokgak membendung Tukad Gerokgak yang hulunya berasal dari Pegunungan Patas yang ada di wilayah selatannya. Wilayah tenggara terdapat Munduk Renon dan sebelah baratdaya terdapat Munduk Batas. Bendung ini dibangun sekitar tahun 1996. Saat ini bendungan ini dimanfaatkan sebagai waduk yang dikelola oleh pemerintah daerah setempat. Waduk ini dikelilingi oleh perbukitan Munduk Patas dan Munduk Renon dengan beberapa sungai-sungai kecil yang bermuara ke waduk ini, dan salah satu sungai besar yang mermuara ke waduk ini adalah Tukad Gerokgak.

Selain sebagai bendungan, waduk ini dimanfaatkan juga sebagai area memancing dan sebagai objek wisata, akan tetapi sebagai objek wisata ini, waduk ini kurang diminati pengunjung. Hal ini disebabkan kurangnya fasilitas umum seperti kamar kecil dan pusat informasi, disamping itu tidak terdapatnya penjual makanan di areal ini menyebabkan areal ini kurang diminati oleh wisatawan mengingat daerah ini cukup jauh dari daerah pemukiman.
Pada hari minggu biasanya ramai dikunjungi pengunjung terutama pemancing yang sengaja mencari ikan, bahkan datang dari kecamatan yang berbeda. Jenis ikan yang terdapat di bendungan tersebut gurame dan breskap yang sengaja ditebar di bendungan tersebut.


Danau Buyan




Koordinat                           : S08 14 13,8 E115 08 28,9
Ketinggian                          : 1474 meter dari muka laut
Objek                                 : Danau alam
Lingkungan sekitar            : Danau, perbukitan dan pemukiman
Bentang lahan                   : Dataran tinggi
Pemilik Objek                    : Masyarakat
Kondisi                               : Tertata
Pemanfaan sekarang        : objek wisata
Aksesbilitas/jangkauan      : roda  dua dan roda empat
Objek pendamping            : Wisata kera, lembah
Pengelolaan                       : Pemerintah Daerah Tk II
Pemilik objek/kawasan     : Pemda Tk II dan masyarakat
Pengelola                           : Pemda Tk II Masyarakat
Keterawatan                      : Terawat cukup baik
Fasilitas                              : lengkap
Administrasi                       : kecamatan Sukasada, Desa  Wanagiri

Deskripsi                            :

Danau ini berasal dari salah satu kepundan Gunung Beratan Purba. Sama halnya dengan Danau Tamblingan, Danau Buyan juga berada pada daerah pegunungan, Disamping pesona alam  danau ini, dilokasi ini juga terdapat pemandangan wisata kera.



Danau Tamblingan




Koordinat : S08 15 03,3 E115 08 10,1
Ketinggian : lebih kurang 1200 – 1400 meter dari permukaan laut
Objek : Danau alam
Lingkungan sekitar : Perkebunan, hutan
Bentang lahan : Perbukitan, pegunungan
Pemilik Objek : Masyarakat
Kondisi : Tertata
Pemanfaan sekarang : objek wisata
Aksesbilitas/jangkauan : Roda 4 dan roda 2
Objek pendamping : Perkebunan dan persawahan
Pengelolaan : Pemerintah Daerah Tk II
Pemilik objek/kawasan : Pemda Tk II
Pengelola : Pemda Tk II
Keterawatan : Terawat cukup baik
Fasilitas : lengkap
Administrasi : kecamatan Banjar, Desa Munduk


Diskripsi:

Danau Tamblingan merupakan salah satu danau yang terdapat di Kabupaten Buleleng. Karena letaknya di daerah pegununungan maka daerah ini  merupakan daerah yang sejuk dengan curah hujan yang cukup tinggi sehingga berbagai jenis tumbuhan dapat hidup di kawasan Tamblingan ini.



Air Panas Banjar




Koordinat : 8° 12ˈ 38,12" LS dan 114° 58ˈ 02,06" BT
Ketinggian : lebih kurang 115 hingga 130 meter dari permukaan laut
Objek : Air panas alami
Lingkungan sekitar : Perkebunan, hutan, sawah
Bentang lahan : Perbukitan, pegunungan dataran rendah
Pemilik Objek : Swasta
Kondisi : Tertata
Pemanfaan sekarang : objek wisata
Aksesbilitas/jangkauan : Roda 4 dan roda 2
Objek pendamping : Perkebunan dan persawahan
Pengelolaan : Masyarakat
Pemilik objek/kawasan : Masyarakat
Pengelola : Masyarakat
Keterawatan : Terawat cukup baik
Fasilitas : Tidak lengkap
Administrasi : kecamatan Banjar,

Diskripsi :

Posisinya tidak jauh dari Vihara Brahma Arama. Para wisatapun dapat membeli berbagai   cenderamata (seperti kerajinan tangan, bahkan tanaman khas  daearah ini seperti Vanili cengkeh dan berbagai rempah- rempah lainnya) yang dijual disepanjang jalan menuju air terjun ini

Air Terjun Singsing




Koordinat : S 8 11 09,14 E 115 00 00,33
Ketinggian : lebih kurang 85 meter dari permukaan laut
Objek : Air terjun alam
Lingkungan sekitar : Perkebunan, hutan, sawah
Bentang lahan : Perbukitan, pegunungan dataran rendah
Pemilik Objek : Masyarakat
Kondisi : Tertata
Pemanfaan sekarang : objek wisata
Aksesbilitas/jangkauan : Roda 4 dan roda 2
Objek pendamping : Perkebunan dan persawahan
Pengelolaan : Masyarakat
Pemilik objek/kawasan : Masyarakat
Pengelola : Masyarakat
Keterawatan : Terawat baik
Fasilitas : lengkap (wc umum, parkir, tempat ibadah, pojok  makanan,  toko  cendera mata,  pramuwisata)
Administrasi : kecamatan Banjar, Desa Temukus

Diskripsi                          :

Lingkungan yang mengitari air terjun ini merupakan wilayah hutan alami Letaknya sangat dekat dengan Pantai Lovina, yang jaraknya lebih kurang 3 km. Air terjun ini ada 2 tingkat, untuk naik ke tingkat 2, harus mendaki dan melalui jalan yang cukup terjal. Hawanya yang sejuk serta menawarkan pemandangan yang asri, pengunjung dapat menikmati hutan alam serta medan yang berkelak-kelok yang naik turun para pencinta alampun dapat menikmati treckhing ke hutan-hutan kecil yang berada disekitar Air Terjun Singsing ini.

Air Terjun Git-git.



Koordinat :S  08 11 28,71 E 115 08 04,84
Ketinggian : 570 meter dari permukaan laut
Objek : Air terjun alam 
Lingkungan sekitar : Perkebunan, hutan, sawah
Bentang lahan : Perbukitan, pegunungan dataran rendah
Pemilik Objek : Masyarakat
Kondisi : Tertata
Pemanfaan sekarang : objek wisata 
Aksesbilitas/jangkauan : Roda 4 dan roda 2
Objek pendamping : Perkebunan dan persawahan
Pemilik objek/kawasan : Pemda Tk II
Pengelola : Pemda Tk II
Keterawatan : Terawat cukup baik
Fasilitas : lengkap (wc umum, parkir, tempat ibadah, pojok  makanan,  toko  cendera mata,  pramuwisata)
Administrasi : kecamatan Sukasada, Desa Gitgit

Diskripsi :

Lingkungan yang mengitari air terjun ini merupakan wilayah hutan alami, persawahan dan perkebunan cengkeh dan kopi. Hawanya yang sejuk serta menawarkan pemandangan yang asri, pengunjung dapat menikmati hamparan sawah dan perkebunan cengkeh serta medan yang berkelak-kelok serta naik turun para pencinta alampun dapat menikmati treckhing ke hutan-hutan kecil yang berada disekitar Air Terjun Gitgit ini.